ANALISIS NASKAH BABAD CIREBON KODE: SJ31
"askah Babad Cirebon merupakan salah satu khazanah manuskrip terpenting yang merekam sejarah berdirinya Kesultanan Cirebon dan proses islamisasi di tatar Sunda dan pesisir utara Jawa. Naskah yang dibahas ini adalah kode SJ31 MEN/BS/SJ(?) dengan judul luar teks Wawacan Babad Cirebon, aksara Pegon, bahasa Sunda, berjumlah 250 halaman. Naskah ini disimpan di Museum Negeri Jawa Barat "Sri Baduga" dengan asal naskah dari Cirebon dan perkiraan tahun karangan 1825 M. Pencantuman nama pengarang tidak terdapat keterangan yang jelas, sedangkan waktu penulisan hanya diperkirakan pada abad ke-18. Hal ini wajar mengingat tradisi penulisan naskah wawacan di Jawa Barat umumnya anonim dan lebih menekankan pada isi ajaran daripada identitas penulis. Kajian terhadap naskah ini menjadi penting karena memuat narasi historis-legendaris tentang Prabu Siliwangi, Walangsungsang, dan Nyi Rarasantang yang menjadi cikal bakal berdirinya Cirebon. Tradisi Babad Cirebon menunjukkan proses akulturasi antara budaya Sunda, Jawa, dan Islam yang terjadi secara damai melalui jalur dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji naskah secara komprehensif melalui tiga pendekatan filologi, yaitu kodikologi untuk aspek fisik, tekstologi untuk aspek pertekstannya, dan filologi untuk aspek isi dan nilai. Metode yang digunakan adalah deskripsi katalog, transliterasi, dan analisis isi berdasarkan data yang tertera dalam Katalog Naskah Jawa Barat. "